Biography Maurice Pialat Sang Direktur Ulung

Biography Maurice Pialat

Siapa yang tak kenal dengan nama maurice pialat? Tentunya semua orang hampir di seluruh dunia sudah mengetahui nama maurice pialat tersebut terutama oleh penggemar film klasik. Perlu diketahui bahwa orang yang lahir pada 31 agustus 1925 di perancis tersebut merupakan sesorang yang terkenal akan karya – karyanya yang terkesan realis. Maurice pialat merupakan seseorang yang menekuni bidan perfilman seperti menjadi sutradara dan penulis naskah. Banyak sekali orang yang di dunia ini yang telah mengetahui nama maurice pialat karena sumbangsihnya terhadap dunia perfilman yang begitu besar.

Dari pemikirannya, banyak sekali film – film yang terkesan realis tersebut hadir untuk bisa ditonton oleh seluruh orang di dunia meskipun banyak dari para kritikus yang kurang setuju dengan realisme yang diusung dalam setiap film maurice pialat tersebut. Maurice pialat mengawali karirnya dengan menjadi painter atau pelukis. Namun dari karir painternya tersebut dia hanya menemukan sedikit kesuksesan. Hingga akhirnya maurice pialat memutuskan untuk menggeluti bidang perfilman pada usia 16 tahun di mana pada usia tersebut maurice pialat mencoba membuat film dokumentasi. Setelah membuat film dokumentasi tersebut akhirnya maurice pialat memutuskan untuk membuat film yang berjudul l’amour existe pada 1960.

Maurice pialat juga memenangkan ajang prix jean vigo dengan mengusung filmnya yang berjudul l’enfance nue atau the naked childhood. Banyak pemain judi bola yang terpukau akan hasil karya tersebut. Film besutan maurice pialat tersebut merupakan film yang dipimpin oleh direktur bernama francois truffaut. Pada saat tersebut maruice pialat berumur 44 tahun. Ketika berusia 33 tahun, maurice pialat telah membuat karya seperti yang telah dibuat bersama dengan pimpinannya yang bernama gerard depardieu. Adapun karya yang dibuat bersama dengan gerard depardieau tersebut adalah loulu, sous le soleil de satan, satan di mana maurice pialat juga memenangkan palm d’or dengan semua film besutannya tersebut pada tahun 1987, dan juga memangkan le garcu pada tahun 1995. Salah satu kritikus film ternama seperti noel herpe pernah mengkritisi mendiang maurice pialat bahwasannya maurcie pialat memiliki gaya naturalisme yang berdasarkan gaya formalisme. Sebagai seorang yang profesional dalam bidang perfilman, maurice pialat tak henti – hentinya membuat banyak karya – karya film yang fenomenal dan tak lekang oleh waktu. Telah banyak kritikus film yang telah membuktikan bahwasannya setiap karya yang dihasilkan oleh maurice pialat ini sangatlah memuaskan.

Seperti yang sudah dikatakan di atas tadi bahwa maurice pialat yang merupakan seorang ahli atau profesional dalam bidang perfilman telah banyak membuahkan karya – karya film yang sangat memukau. Adapun film – film yang telah dibuat oleh maurice pialat tersebut adalah l’enfance nue pada tahun 1968 yang dalam bahasa inggris dikenal dengan naked childhood. Kemudian ada nous ne viellirons pas ensemble pada tahun 1972 yang dalam bahasa inggris disebut dengan we won’t grow old together. Selain kedua film tersebut ada lagi film tv series yang berjudul la maison des bols yang tenar pada tahun 191. La gueule ouverte pada tahun 1974 juga merupakan salah satu karya maurice pialat yang terkenal pada tahun 1974. Selain film – film yang memiliki durasi panjang, maurice pialat juga telah membuat film pendek yang berjudul l’amour existe pada tahun 1960. Kemudian janine yang telah menuai pujian pada tahun 1961. Secara berturut – turut pada tahun 1962 hingga 1964 adalah maltre galip, jardins d’arabie, byzance, dan pehlivan.

Belum Kenal Siapa Maurice Pialat?
Blog

Belum Kenal Siapa Maurice Pialat?

Anda yang menekuni dunia film mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama Maurice Pialat. Ia adalah salah satu seiman asal Perancis yang namanya sudah mendunia berkat film-film pendek buatannya. Maurice dikenal sebagai sutradara bertangan dingin dengan puluhan karya yang mendunia. Seniman asal Perancis tersebut juga dikenal sebagai penulis naskah sekaligus pemain film. Ia lahir di Cunlhat, Puy de Dome, Perancis pada tanggal 31 Agustus 1925. Film-film buatannya sering disebut sebagai film realis. Beberapa judul seperti ”Soul le Soleil de Satan 1987 (Under the Sun of Satan)” dan Van Gogh (1991) masuk dalam nominasi film internasional, Ini adalah salah satu penghargaan tertinggi dari film ini.

Selain membuat film-film realis berdurasi panjang, Maurice juga sering membuat film pendek. Beberapa judul film pendek yang telah dibuatnya adalah L’Amour Existe (1960), Janine (1961), Maitre Galip (1962), Jardin d’Arabie (1963) dan masih banyak lainnya. Sebagai seorang sutradara dan penulis naskah film, Maurice memang dikenal sebagai seniman yang sangat produktif. Hampir setiap tahun ia memproduksi film, entah itu film berdurasi panjang atau film pendek. Beberapa film pendeknya juga ada yang berhasil memenangkan piala pada festival film pendek. Ini menandakan betapa ahlinya seorang Maurice Pialat dalam bidang pembuatan film. Namanya tak kalah jika dibandingkan dengan sutradara asal Perancis lainnya. Ada beberapa bettor dari Sbobet menjadi penggemar karya-karya yang dihasilkan oleh Pialat ini.

Film terakhir yang digarap oleh Maurice Pialat adalah film dengan judul Le Garcu yang tayang pada tahun 1995. Setelah itu, Maurice tidak lagi aktif di bidang perfilm-an. Umurnya yang sudah semakin tua membuatnya tidak lagi produktif. Beberapa tahun setelah vakum di dunia perfilm-an, Maurice Pialat pun dikabarkan meninggal. Pada 11 Januari 2003, sutradara sekaligus penulis asal Perancis ini akhirnya meninggal dunia. Maurice meninggal di umur 77 tahun. Berkat karya-karyanya yang fenomenal, namanya pun tak lekang dimakan waktu. Sampai sekarang, orang-orang masih bisa mengenal dirinya lewat karya-karyanya yang berhasil dimonumenkan oleh berbagai media. Demikian adalah sedikit informasi tentang Maurice Pialat.

Prestasi Seorang Maurice Pialat
Blog Karya

Prestasi Seorang Maurice Pialat

Anda yang punya ketertarikan di bidang perfilman pasti sudah tidak asing dengan nama yang satu ini. Amurice Pialat dikenal sebagai salah satu sutradara terbaik asal Perancis. Ia telah begitu banyak menyutradari film-film Perancis. Tak hanya film layar lebar, ia juga menyutradarai beberapa film pendek. Selain dikenal sebagai sutradara, Maurice juga dikenal sebagai penulis skenario dan buku. Beberapa kali, ia juga menjadi aktor untuk film-film buatannya. Ia termasuk salah satu seniman berbakat Perancis yang multitalenta. Karyanya di dunia film sudah tidak diragukan lagi. Ia punya puluhan judul film yang bisa ditonton hingga sekarang. Sebagai penulis, ia juga memiliki beberapa buku, yaitu “Nous ne Vieillirons pas ensemble”, “Begleitubuch”, “Van Gogh”, dan “un Film de Maurice Pialat”.

Sebagai salah satu sutradara terbaik Perancis, ia juga pernah memenangkan beberapa penghargaan. Anda tentu tahu Festival Film Cannes. Ini adalah festival film yang paling bergengsi di dunia. Hanya film-film berbobot yang bisa masuk di festival ini. Penilain sepenuhnya dilakukan oleh juri festival. Tidak semua seniman film bisa menjadi juri. Juri Festifal Film Cannes terdiri dari sejumlah orang yang ahli di bidang film yang dibentuk dari pilihan internasional. Nah, Film Maurice Pialat pernah menjuarai ajang bergengsi ini dalam kategori Palem Emas atau Palme d’Or untuk film terbaik. Judul film yang menjadi pemenang Palem Emas adalah “Under the Sun of Satan” yang dibuat pada 1987.

Selain mendapatkan penghargaan di ajang bergengsi dunia, Festival Film Cannes 1987, Maurice Pialat juga memiliki beberapa penghargaan lain. Film “To Our Loves” atau dalam bahasa Perancis “A Nos Amours” juga mendapatkan dua penghargaan sekaligus. Film yang diproduksi pada 1983 tersebut mendapatkan penghargaan sebagai Film terbaik pada Anugerah Cesar tahun 1984, Lalu, pada tahun 1983, film ini juga mendapat penghargaan “Louis Delluc Prize”. Lalu, pada Penghargaan Festival Film Venesia tahun 1961, film Maurice Pialat dengan judul Love Exist juga menjadi pemenang sebagai film terbaik.

Dari penjelasan di atas, terbukti bahwa kemampuan Maurice Pialat ini tidak hanya diakui oleh lokal Perancis saja, tetapi juga pihak internasional seperti penikmat poker online dan film klasik. Beberapa penghargaan yang diterimanya menjadi bukti bahwa Maurice memang seorang seniman film yang berbakat. Selama 77 tahun hidupnya, ia sudah banyak menghasilkan karya film dan buku. Beberapa filmnya masih bisa dinikmati hingga sekarang. Meskipun sosoknya tidak lagi ada di dunia, Anda bisa mengenalnya melalui karya-karyanya. Beberapa orang menilai Maurice adalah pembuat film realis. Beberapa lainnya tidak setuju karena tidak semua film Maurice adalah film realis. Nah, bagaimana menurut Anda? Silahkan tonton beberapa filmnya untuk bisa mengategorikan bagaimana Maurice Pialat.

Under the Sun of Satan, Film Terbaik buatan Maurice Pialat
Blog Karya

Under the Sun of Satan, Film Terbaik buatan Maurice Pialat

Maurice Pialat adalah seorang sutradara asal Perancis yang namanya cukup dikenal di dunia. Ia lahir di Cunlhat, Puy de Dome, Perancis pada 31 Agustus 1925 dan meninggal pada 11 Januari 2003. Selama hidupnya, ia telah menyutradarai puluhan film dan berkali-kali masuk nominasi pada penghargaan film dunia. Salah satu karya terbaik yang layak ditonton hingga sekarang adalah film berjudul “Under the Sun of Satan”. Film ini diproduksi pada tahun 1987. Judul asli dalam bahasa perancisnya adalah ”Sous le Soleli de Satan”. Ini adalah sebuah film yang diangkat dari sebuah novel karya Georges Bernanos dengan judul yang sama. Film ini mengangkat isu tentang mistisisme dan juga ampunan Tuhan. Mau tahu sedikit tentang film ini? Lihat penjelasan ini sampai selesai.

Film berjudul “Under the Sun of Satan” dimainkan oleh aktor terkenal perancis, yaitu Gerard Depardieu sebagai tokoh Donissan, Sandrie Bonnaire sebagai tokoh Meuchette, Alain Artus sebagai Cadignan, dan beberapa aktor lain. Gerard (Donissan) adalah aktor utama dalam film ini. Sementara sang sutradara juga memainkan peran sebagai Menou Mouchette yang termasuk dalam pemeran inti. Film ini mengisahkan Donissan yang berprofesi sebagai pendeta. Pendeta taat Donissan tergoda dan berhubungan dengan seorang pembunuh perempuan dimana suka bermain judi bola yang dijuluki “Satan”.

Sandrine Bonnaire di Under the Sun of Satan

Di sini akan dijelaskan sedikit alur cerita dari film “Under the Sun of Satan”. Seperti yang telah dijelaskan di atas, tokoh utama film ini adalah Donissan yang merupakan seorang pendeta. Sebelumnya, ia adalah pendeta yang sangat rajin beribahan di gereja Katholik. Akan tetapi, tiba-tiba ia tergoda dengan seorang pembunuh bernama Mouchette. Ia mencoba menyelamatkan nyama gadis tersebut dengan melakukan hal-hal yang tidak masuk akal dan bertentangan dengan agamanya. Saat Donissan mulai mengerjakan hal-hal yang tak masuk akal, Menou Segrais (Maurice Pialat) mencoba membawa Donissan ke jalan yang benar dan tidak lagi melakukan hal-hal yang tak masuk akal. Bagaimana kelanjutannya? Anda bisa tonton selengkapnya film tersebut.

Tak seru rasanya jika alur keseluruhan film dijelaskan di sini sementara Anda belum menonton film tersebut sama sekali. Nah, lebih baik Anda nonton film tersebut terlebih dahulu, lalu simpulkan sendiri bagaimana keseruan film ini. Asal Anda tahu, “Under the Sun of Satan” ini telah memenangkan penghargaan Palme d’Or pada Festival Film Cannes 1987. Sedikit informasi yang mungkin bisa membuat Anda terdorong untuk cepat-cepat menonton film ini. Dijamin Anda tidak akan menyesal telah menonton film Maurice yang satu ini. Demikian adalah sedikit review mengenai film buatan Maurcie Pialat berjudul “Under the Sun of Satan”. Setelah menonton film tersebut, Anda juga bisa menikmati film karya Maurice yang lainnya.

Mengenal Berbagai Prestasi yang Diperoleh Maurice Pialat
Blog Karya

Mengenal Berbagai Prestasi yang Diperoleh Maurice Pialat

Maurice Pialat merupakan seorang sutradara, aktor pemeran, sekaligus penulis naskah terkenal yang berasal dari Perancis. Ia merupakan seseorang yang memiliki banyak bakat dan kemampuan yang tidak perlu diragukan lagi. Karya – karyanya dikenal banyak orang pada era 60 an – 90 an dan mendapat berbagai penghargaan bergengsi atas karya – karyanya tersebut. Maurice Pialat pernah mendapatkan penghargaan Festival Film Venesia yaitu Leone di San Marco per il miglior film educativo e di documentazione sociale. Sebagaimana diketahui bahwa festival film yang diselenggarakan di Venesia ini merupakan ajang festival film yang pertama yang memberikan penghargaan kepada para seniman. Festival film ini selalu diselenggarakan setiap tahun di Lido, Venesia, Italia. Pada festival ini penghargaan utama yang akan diberikan adalah Leone d’Oro atau Singa Emas. Penghargaan ini akan diberikan kepada film terbaik yang ditayangkan ketika festival tersebut diselenggarakan. Banyak member aktif judi bola juga hadir dalam festival International tersebut. Pada penyelenggaraan festival film di tahun 1961 ini lah Maurice Pialat berhasil mendapatkan penghargaan tersebut dengan judul karyanya yakni Love Exists.

Pada tahun 1983 Maurice Pialat kembali mendapatkan penghargaan berupa Louis Delluc Prize atas karyanya yang berjudul karya To Our Loves. Penghargaan ini merupakan sebuah penghargaan yang diberikan kepada film terbaik dan film pertama terbaik di tahun tersebut. Penghargaan ini dianugerahkan pada minggu kedua di setiap bulan Desember. Seleksi film untuk bisa mendapatkan penghargaan ini sangatlah sulit, sebab setiap film yang terpilih dalam nominasi akan dinilai oleh setidaknya 20 orang juri. Jadi ketika sebuah film seperti To Our Loves karya Maurice Pialat ini bisa mendapatkan penghargaan, maka tentunya film tersebut merupakan sebuah karya yang luar biasa sehingga patut untuk mendapatkan apresiasi.

To Our Loves Karya Maurice Pialat

Tidak berhenti sampai situ saja, Maurice Pialat masih terus mengukir prestasi di tahun berikutnya, yakni pada tahun 1984 ia kembali mendapatkan Anugerah Caesar untuk Film Terbaik dengan judul karya To Our Loves. Film To Our Loves ini berhasil mendapatkan dua penghargaan film besar selama dua tahun berturut – turut. Pada penghargaan film kali ini merupakan sebuah penghargaan nasional di Perancis. Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada karya film terbaik di Perancis. Selanjutnya di tahun 1987, Maurice Pialat lagi – lagi mendapatkan sebuah penghargaan yaitu Palem Emas atau Palme d’Or atas karyanya yang berjudul Sous Le Soleil De Satan.

Film yang satu ini merupakan sebuah film drama Prancis yang berasal dari sebuah novel. Film ini bercerita mengenai seorang pendeta yang taat sekali dengan ajaran agamanya. Hingga suatu ketika pendeta tersebut berhubungan dengan seorang wanita pembunuh. Jadi film ini memiliki sentuhan mistis serta adanya ampunan dari Tuhan. Film ini pun mampu mendapat penghargaan bergengsi yaitu Plme d’Or. Mengingat Maurice Pialat yang tidak hanya sekali mendapatkan penghargaan di ajang bergengsi, maka dapat disimpulkan jika ia tentu memiliki kemampuan yang luar biasa dalam bidang seni yang satu ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya penghargaan yang bisa dia dapatkan di ajang – ajang penghargaan besar di dunia. Berkaca pada berbagai penghargaan yang bisa didapatkan oleh seorang Maurice Pialat ini, semoga bisa menginspirasi para seniman muda di tanah air untuk bisa membuat suatu karya yang mendunia dan bisa mendapatan berbagai penghargaan pada acara bergengsi. Sekian informasi ini, semoga bisa menginspirasi dan membawa manfaat bagi Anda. Manfaat juga didapatkan oleh penggemar dari pemain judi online

Mengenal Maurice Pialat Melalui Buah Pikirannya
Blog

Mengenal Maurice Pialat Melalui Buah Pikirannya

Ketika seseorang meninggal, tidak ada hal lain yang bisa kenang selain karya-karya semaca hidupnya. Kenangan ingatan akan luntur ketika beberapa kerabat atau kenalan mulai menua dan meninggal dunia. Sementara karya-karya akan terus abadi. Anak cucu masih bisa mengenal bagaimana karakter seseorang melalui karya yang telah mereka buat. Begitulah nama-nama seperti Leonardo da Vinci pelukis Monalisa, Albert Einstein seorang ilmuwan gila, masih dikenal hingga sekarang. Di dunia film, ada beberapa nama yang juga bisa dikenang, salah satunya adalah sutradara asal Perancis bernama Maurice Pialat. Anda mungkin agak asing dengan nama yang satu ini. Maklum saja. Di Indonesia, film-film asal Perancis kalah saing dengan film Hollywood. Orang awam pasti kesulitan mengenal seniman film asal Eropa, termasuk nama sutradara top asal perancis ini.

Anda ingin belajar film-film realis? Cobalah menonton film-film buatan Maurice Pialat. Larya-karya film yang dibuatnya dikenal sebagai film realis. Akan tetapi, beberapa orang juga menganggap bahwa karya Maurice tidak sepenuhnya realis. Inilah dua sisi yang bisa dikenal dari film-film buatan sutradara asal Perancis tersebut. Beberapa karya besarnya punya dua sisi menarik yang bisa dinikmati dengan cara berbeda. Sesekali, film-film buatannya terlihat sangat realis. Di sisi lain, ada beberapa part yang membuat film buatannya tampil ambsurd. Memahami film buatan Maurice butuh perhatian ekstra.

Menurut agen bola terpercaya ini, Maurice dikenal sebagai sutradara yang sangat produktif. Dari sekian banyak judul film yang pernah dibuatnya, manakah film yang paling direkomendasikan untuk ditonton? Anda bisa memulainya dengan film Van Gogh. Ini adalah salah satu film biografi yang mengangkat kisah hidup pelukis gila bernama Van Gogh. Sudah ada beberapa film yang mengangkat kisah Van Gogh. Akan tetapi, film buatan Maurice ini punya kemasan cerita yang sangat menarik dan berbeda dengan film-film lainnya. Anda bisa menonton film ini untuk mengenal bagaimana karakter seorang Maurice Pialat. Film ini dirilis pada tahun 1991 lalu. Meski termasuk film lama, Van Gogh masih layak ditonton.

Berbagai Macam Karya Milik Maurice Pialat
Blog Karya

Berbagai Macam Karya Milik Maurice Pialat

Maurice pialat merupakan salah satu sosok yang mampu membuat dunia hiburan khususnya dunia perfilman bergejolak. Pasalnya maurice pialat merupakan seseorang yang mampu membuat berbagai macam film yang sangat memukau di mata penontonnya. Maurice pialat merupakan orang asli perancis yang lahir pada 31 agustus 1925 tepatnya di daerah cunlhat, puy de dome. Maurice pialat merupakan seorang penulis naskah, sutradara, hingga pemeran dalam berbagai macam film karyanya.

Karya – karya yang berupa film buatan maurice pialat ini sering dikatan realis meskipun banyak para kritikus film yang berdalih bahwa karya – karya film dari maurice pialat ini kurang cocok untuk dikatakan sebagai realis. Telah banyak kary film yang telah dibuat oleh maurice pialat ini semenjak berusia 16 tahun di mana pada saat usia tersebut maurice pialat telah membuat film dokumenter. Namun sebelumnya perlu diketahui bahwa maurice pialat sebelum menekuni bidang hiburan perfilman tersebut sebelumnya merupakan seorang painter atau pelukis. Setelah benar – benar paham mengenai dunia hiburan perfilman, akhirnya maurice pialat memutuskan untuk berfokus pada dunia hiburan perfilman tersebut.

Berbagai macam karya tentang dunia perfilman telah dibuat oleh maurice pialat, ada yang film panjang dan ada juga yang film pendek. Dari ke semua karya – karya film yang telah dibuat oleh maurice pialat tersebut banyak orang yang telah memberikan respon positif terhadap karya – karya film miliki maurice pialat tersebut atau dalam artian para penonton karya maurice pialat tersebut sangat menyukainya. Beberapa film karya dari maurice pialat seperti yang berjudul l’enfance nue atau the naked childhood yang sangat terkenal pada tahun 1968. Film tersebut menceritakan tentang seorang anak kecil bernama francois yang berumur 10 tahun yang telah ditinggalkan oleh ibunya dan diasuh di rumah tempat tertentu. Francois juga memiliki seorang saudara perempuan yang umurnya sama dengannya.

Under the Sun of Satan

Kemudian ada juga film yang berjudul sous le soleil de satan atau Under the Sun of Satan yang dibuat pada tahun 1987 tersebut telah menuai banyak pujian. Film panjang tersebut bercerita tentang kisah seorang pendeta yang sangat taat kepada agamanya. Namun pendeta tersebut memiliki hubungan dengan seorang pembunuh perempuan. Adapun film yang berjudul sous le soleil de satan tersebut mengusung topik mistisisme. Selain film karya maurice pialat yang berjudul sous le soleil de satan tersebut, ada juga film karya maurice pialat yang berjudul police yang tayang pada tahun 1985. Film yang berjudul police tersebut bercerita tentang polisi yang sudah letih dalam menginvestigasi narkoba yang terkena pada seorang wanita yang misterius.

Masih ada lagi film panjang lainnya yang berjudul Van Gogh yang terkenal pada tahun 1991. Adapun kisah dari film yang berjudul sous le soleil de satan tersebut bercerita tentang kehidupan selama 67 hari sebelum meninggalnya Van Gogh dan juga menyoroti seseorang saurdara dari theo. Beberapa film yang telah dijelaskan di paragraf sebelumnya merupakan karya dari maurice pialat yang merupakan film panjang. Namun masih ada lagi film karya dari maurice pialat yang merupakan film pendek. Beberapa film penderk karya maurice pialat yang terkenal seperti l’amour existe. Pada film pendek tersebut merupakan karya film dokumentasi singkat yang telah dibuat pada tahun 1960. Pada film tersebut maurice pialat berkolaborasi dengan produser yang bernama pierre braunberger.